Cara Syetan Menggoda Orang Sholat yang Wajib Diketahui
Terlaris Minggu Ini
tasbih-padang-ati[1].jpg

Tasbih Padang Ati

Harga:Rp 350.000,-
New Page 1

Hubungi Kami

 

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

Alamat:

Jl. Raya Jepara Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 

KONSULTASI

Customer Service I
(Mh.Shodiq)

Telp/SMS :

089 680 708 282

081 328 131 411

Whatsapp :

089 680 708 282

Line :

089 680 708 282

BB Messenger : D4A6D2FA

Email : membukabatin@gmail.com

Customer Service II
(Mutia)

Telp/SMS :

089 668 981 114

085 784 305 056

Whatsapp :

089 668 981 114

Line :

089 668 981 114

BB Messenger : D42902C8

Email : membukabatin@gmail.com

JAM KERJA

 

Senin - Sabtu,

Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Diluar jam kerja hanya melayani SMS, BBM & Whatsapp

 

Cara Syetan Menggoda Orang Sholat yang Wajib Diketahui

Artikel Penting » Pengasihan, Dll » Cara Syetan Menggoda Orang Sholat yang Wajib Diketahui

Jika Anda mencari bagaimana cara syetan menggoda orang sholat maka Anda menemukan disitus yang tepat untuk menambah khazanah keilmuan Anda dalam bidang agama. Jika Anda mencari bagaimana cara syetan menggoda orang sholat maka Anda menemukan disitus yang tepat untuk menambah khazanah keilmuan Anda dalam bidang agama. Mengingat, kita harus mempunyai bekal yang banyak untuk menuju Ridho Illahi untuk menuju kebahagiaan yang hakiki. Akan tetapi, semua itu tidak dilakukan dengan mudah, ada banyak godaan syetan yang mencoba tipu daya kita dengan jalan yang bermacam-macam.

Dalam urusan menggoda, syetan tidak ada puasnya untuk menggoda manusia menuju jalan kesesatan sampai hari akhir itu tiba. Syetan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Dengan demikian khususnya bagi Anda jangan pernah terhasut oleh bujuk rayu syetan laknatullah yang akan menjerumuskan Anda ke jurang maksiat yang dimurkai oleh Allah.

Mengutip salah satu karya dari Abu Hamid Al-Ghazali yang berjudul “Al-Kasyfu wat Tabyin fi Ghuruuril Khalqi Ajma'in,” beliau membongkar macam-macam bentuk keterperdayaan yang dialami manusia saat mereka berusaha mendekatkan diri pada Allah melalui berbagai jalan ibadah, khususnya urusan SHOLAT.

Salah satu dari bentuk ketertipuan manusia yang dikuak dalam risalah tersebut adalah diliputi rasa waswas atau keragu-raguan pada diri kita ketika melaksanakan berbagai ritual ibadah khususnya dalam urusan shalat. Berdasarkan realitas keseharian kita dan pengalaman empiris di masyarakat, waswas memang bisa menghinggapi siapa saja.

Keadaan waswas ini bisa ditemui baik di lingkungan pondok pesantren maupun komunitas masyarakat umum lainnya. Misalkan orang terpelajar dalam pengertian orang yang sudah mengerti hukum fiqih, paham ketentuan dan kaifiyah pelaksanaan suatu ibadah tertentu, tidak lantas menjamin bahwa ia selamat atau bebas dari terkena rasa waswas.

Menurut Al-Ghazali, rasa waswas acapkali menjangkiti kelompok ahli ibadah (abid) diantaranya adalah pada saat dia akan mengucapkan niat shalat baik dari segi pengucapan lewat lisan maupun dalam hati. Mahluk syetan tidak akan membiarkan begitu saja seseorang yang sedang berniat shalat secara sah dan mulus. Akan tetapi, Setan akan menggodanya hingga seseorang yang dilanda waswas itu tidak dapat menjumpai shalat jamaah, sehingga tertinggal dari kesempatan mengikuti shalat berjamaah.

Selanjutnya orang yang mengalami waswas ketika takbiratul ihram, lanjut Al-Ghazali, dapat berakibat mengubah sifat bacaan takbir tersebut dari yang semestinya, misalnya panjangnya takbir berlebihan dari ketentuan yang semestinya lantaran sangat berhati-hati. Selain itu waswas dalam takbiratul ihram ini juga membawa dampak orang tersebut tidak dapat konsentrasi mendengarkan bacaan Al-Fatihahnya imam.

Imam Al-Ghazali berasumsi bahwa orang yang didera waswas di sepanjang pelaksanaan shalatnya ini, dirinya telah tertipu oleh semua keragu-raguaan yang dialaminya, seraya tidak menyadari bahwa hadirnya hati (khusu') saat shalat itu wajib. Dirinya benar-benar terpedaya oleh godaan iblis dan dihiasi dengan keragu-raguan akan semua itu.

Menurut Al-Ghazali, sumber pemantik atau penyebab datangnya sikap waswas pada orang yang mendirikan shalat ini ialah karena kehati-hatian (ihtiyath) yang terlampau ekstrem agar bisa sama persis sebagaimana kriteria yang ditentukan oleh fiqih dan tajwid, seraya menduga bahwa kehati-hatian yang berlebihan itu menjadi pembeda antara shalat dirinya dengan shalatnya orang awam kebanyakan, sehingga dengan cara begitu ia berharap dirinya tetap lebih baik di sisi Allah. Padahal perasaan seperti itu tidak lain merupakan bisikan Iblis.

Untuk melihat benda untuk melindungi dari mahluk halus, Silahkan kunjungi DISINI

Nah, demikianlah cara syetan menggoda manusia saat sedang melakukan ibadah sholat yang sudah Anda ketahui. Share Artikel ini untuk agar lebih bermanfaat kepada sesama.

Baca Juga :

CUSTOMER SERVICE

Customer Service I (Mh.Shodiq)

Telp / SMS:

089 680 708 282 / 081 328 131 411

WA / Line :

089 680 708 282

BB Mesengger

D4A6D2FA

Customer Service II (Mutia)

Telp / SMS:

089 668 981 114 / 085 784 305 056

WA / Line :

089 668 981 114

BB Mesengger

D42902C8