Hukum Mengalungkan Jimat Di Leher Anak-anak/Balita
Terlaris Minggu Ini
gelang-kauka[1].jpg

Gelang Kayu Kokka

Harga:Rp 2.000.000,-
New Page 1

Hubungi Kami

 

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

Alamat:

Jl. Raya Jepara Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 

KONSULTASI

Customer Service I
(Mh.Shodiq)

Telp/SMS :

089 680 708 282

081 328 131 411

Whatsapp :

089 680 708 282

Line :

089 680 708 282

BB Messenger : D4A6D2FA

Email : membukabatin@gmail.com

Customer Service II
(Mutia)

Telp/SMS :

089 668 981 114

085 784 305 056

Whatsapp :

089 668 981 114

Line :

089 668 981 114

BB Messenger : D42902C8

Email : membukabatin@gmail.com

JAM KERJA

 

Senin - Sabtu,

Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Diluar jam kerja hanya melayani SMS, BBM & Whatsapp

 

Hukum Mengalungkan Jimat Di Leher Anak-anak/Balita

Artikel Penting » Benda Bertuah » Hukum Mengalungkan Jimat Di Leher Anak-anak/Balita

Hukum Mengalungkan Jimat Di Leher Anak-anak/BalitaBagaimana pandangan Islam tentang hukum mengalungkan jimat di leher anak-anak? Simak ulasan berikut!

Dahulu kala, banyak orang tua yang menutup pintu rumahnya pada saat matahari tenggelam karena saat itu dipercaya oleh mereka banyak makhluk halus jahat yang bergentayangan. Mereka pada saat itu memastikan anaknya sudah berada di dalam rumah. Mereka juga menghindari tempat tertentu yang dianggap membahayakan anak balitanya.

Sementara itu, makhluk halus jahat ini tidak hanya menyasar kepada para bayi saja. Mereka juga dapat mengganggu orang dewasa pula.

Rasulullah SAW pernah mengajarkan doa keluar malam sebagai permohonan kepada Allah untuk melindungi umatnya dari gangguan ular, binatang yang berkeliaran di waktu malam, dan makhluk halus yang mendiami suatu tempat tertentu.

Lalu bagaimana dengan hukum menggunakan kalung, gelang, benang, dan benda-benda bertuah lainnya yang dikenakan para orang tua kepada anak mereka agar terlindung dari marabahaya dari gangguan makhluk halus seperti jin, syetan dan lain sebagainya?

Apakah kepercayaan semacam ini terbilang kategori syirik?

Apakah Mengalungkan Jimat Itu Syirik?

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang hukum mengenakan jimat, kita harus melihat terlebih dahulu apa hal tersebut kategori syirik.

Syirik adalah pengakuan segala sifat ketuhanan terhadap selain Allah. Sehingga selain Allah, dalam keyakinan yang bersangkutan, memiliki kekuatan setara dengan-Nya yang dapat memberikan manfaat dan mudharat kepada makhluk-Nya. Padahal tidak ada kekuatan selain Allah. Tidak ada satupun yang dapat memberikan manfaat dan mudharat sedikitpun kecuali Allah SWT.

Adapun berlindung kepada Allah merupakan sebuah perintah mutlak bagi orang yang beriman. Karenanya tidak heran kalau para orang tua memohon perlindungan Allah untuk anak-anak mereka.

Hal ini dapat kita temukan dalam riwayat hadits di bawah ini!

وروينا في سنن أبي داود ، والترمذي ، عن عمرو بن شعيب ، عن أبيه ، عن جده ، " أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يعلمهم من الفزع كلمات : أعوذ بكلمات الله التامة من غضبه وشر عباده ، ومن همزات الشياطين ، وأن يحضرون " ، وكان عبد الله بن عمرو يعلمهن من عقل من بنيه ، ومن لم يعقل كتبه فعلقه عليه. قال الترمذي حديث حسن.

Artinya, “Sebuah hadits diriwayatkan oleh Sunan Abu Dawud dan At-Turmudzi dari Amr bin Syu‘aib, dari bapaknya, dari kakeknya bahwa mengajarkan mereka sejumlah kalimat ketika rasa takut mencekam. ‘Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan para hamba-Nya, dan godaan setan. Aku pun berlindung kepada-Nya dari kepungan setan itu.’

Abdullah bin Amr mengajarkan kalimat ini kepada anak-anaknya yang sudah bisa mengerti pelajaran. Kepada anak-anak balitanya yang belum bisa menangkap pelajaran.

Abdullah menulis kalimat (yang diajarkan Rasulullah SAW) itu, lalu menggantungkannya di tubuh mereka.

Imam At-Turmudzi mengatakan, hadits ini hasan,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar Al-Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar, Mesir, Darul Hadits, tahun 2003 M/1424 H, halaman 102).

Dalam hemat kami, hadits di atas jelas menerangkan kepada kita bahwa kalung, gelang, atau apapun yang mengandung kalimat thayyibah merupakan bentuk permohonan dan doa kepada Allah untuk anak-anak yang belum bisa melazimkan kalimat thayyibah itu.

Kesimpulannya, mengalungkan kalimat thayyibah kepada anak-anak dibolehkan sebagai bentuk doa yang dimohonkan kepada Allah SWT, bukan meyakini kalung dan gelang itu mengandung kekuatan.

Kalung dan gelang yang mengandung kalimat thayyibah adalah ikhtiar doa para orang tua. Selebihnya mereka bertawakkal kepada Allah SWT.

Kami menyarankan orang tua banyak-banyak berdoa kepada Allah SWT untuk keselamatan anak mereka. Semoga Allah mengabulkan doa para orang tua.

Demikianlah hukum mengalungkan jimat di leher anak, balita atau bayi yang sudah Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

BACA JUGA!

CUSTOMER SERVICE

Customer Service I (Mh.Shodiq)

Telp / SMS:

089 680 708 282 / 081 328 131 411

WA / Line :

089 680 708 282

BB Mesengger

D4A6D2FA

Customer Service II (Mutia)

Telp / SMS:

089 668 981 114 / 085 784 305 056

WA / Line :

089 668 981 114

BB Mesengger

D42902C8