Masalah Ekonomi menjadi penyebab Keretakan Rumah Tangga
Terlaris Minggu Ini
keris-melayu[3].jpg

Keris Melayu Bertuah

Harga:Rp 3.000.000,-
New Page 1

Hubungi Kami

 

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

Alamat:

Jl. Raya Jepara Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 

KONSULTASI

Customer Service I
(Mh.Shodiq)

Telp/SMS :

089 680 708 282

081 328 131 411

Whatsapp :

089 680 708 282

Line :

089 680 708 282

BB Messenger : D4A6D2FA

Email : membukabatin@gmail.com

Customer Service II
(Mutia)

Telp/SMS :

089 668 981 114

085 784 305 056

Whatsapp :

089 668 981 114

Line :

089 668 981 114

BB Messenger : D42902C8

Email : membukabatin@gmail.com

JAM KERJA

 

Senin - Sabtu,

Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Diluar jam kerja hanya melayani SMS, BBM & Whatsapp

 

Masalah Ekonomi menjadi penyebab Keretakan Rumah Tangga

Artikel Penting » Asmara » Masalah Ekonomi menjadi penyebab Keretakan Rumah Tangga

Masalah ekonomi dalam rumah tangga memang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat. Masalah yang sering muncul adalah dari pihak suami tidak mampu mencukupi kebutuhan rumah tangganya, sehingga keluarganya hidup dalam serba kekurangan. Untuk mencukupi kebutuhan, maka istri ikut bekerja juga. Salah satu yang sering jadi masalah adalah jika penghasilan istri melebihi penghasilan suami, maka istri merasa lebih tinggi derajatnya dari sang suami, karena merasa berjasa sebagai penyelamat keluarga. Bermula dari perasaan seperti inilah maka suami kemudian menjadi merasa tidak nyaman berada di dekat istri dan kemudian sering terjadi pertengkaran yang akhirnya berakhir pada perceraian.

Ada 3 Masalah Ekonomi Penyebab Keretakan Rumah Tangga

 


1. Adanya masalah dengan pekerjaan suami


Masalah ini biasanya di karenakan PHK, sehingga sumber keuangan keluarga akan bermasalah. Apabila istri tidak dapat membantu memikirkan jalan keluar yang baik. Biasanya suami akan mengalami depresi akibat permasalahannya, apalagi jika sang istri tidak mempedulikan dan mengerti masalah yang dihadapi suami. Justru suami akan tambah depresi, dan sering terjadi keributan-keributan kecil dan akan menjadi besar jika tidak diselesaikan dengan baik.


2. Istri yang selalu menuntut hidup berkecukupan


Biasanya istri dalam pergaulan hidup mewah, sehingga ia lupa berapa pendapatan suaminya, istri tidak memikirkan suami bekerja sebagai apa? berpenghasilan berapa? Sanggupkah suaminya membelikan barang-barang yang dia inginkan. Keegoisan ini yang sering menjadi masalah utama dalam keluarga. Ketakutan sang istri yang menjadi keluarga miskin tetapi tidak mempedulikan bagaimana suami yang bekerja keras mencari nafkah. Masalah ini harus dibicarakan dengan baik. Seharusnya dari awal suami istri mengetahui keadaan ekonomi mereka dan membicarakan pengeluaran - pengeluaran yang harus diutamakan, sehingga akan tercipta keluarga sejahtera yang mereka dambakan.


3. Suami yang sibuk dengan pekerjaannya


Ini juga bisa menjadi masalah, suami yang berharap dapat memenuhi kebutuhan keluaga dengan baik tanpa kekurangan. Mungkin ia telah berhasil menjadi pengusaha sukses, namun ia lupa akan keluarga. Disini yang menjadi masalah, suami yang sibuk bekerja, terkadang istri juga sibuk mencari kegiatan di luar rumah dan akhirnya anak-anak yang menjadi korban. Apabila ini terus dibiarkan, anak-anak merasa kurang diperhatikan oleh kedua orangtuanya dan mencari cara untuk mendapatkan perhatian orangtuanya, berkelahi, bolos sekolah dan membuat keributan di sekolah sehingga pihak sekolah akan memanggil kedua orangtuanya untuk menyelesaikan masalah anaknya. Apabila kedua orangtuanya tidak menyadari hal ini, maka orangtua akansaling menyalahkan, bertengkar dan bertengkar sehingga anak semakin frustasi. Komunikasi adalah yang terpenting dalam hal ini, luangkan waktu untuk saling berkomunikasi dengan baik, waktu untuk bersama walau sebentar sehingga masalah dapat terselesaikan dengan baik.

Sikap Positif dalam Keluarga


Dalam menjalani kehidupan keluarga, yang diperlukan adalah sikap positif untuk melewati berbagai masalah dan cobaan. Kita tidak mungkin berharap memiliki keluarga yang tanpa masalah, karena masalah adalah bumbu dalam kehidupan. Semua orang punya masalah, semua keluarga punya masalah. Maka jangan mempersoalkan masalah yang datang, jangan takut terhadap permasalahan yang pasti akan datang.

Yang diperlukan adalah sikap positif dalam menghadapi permasalahan hidup. Ekonomi itu adalah fasilitas hidup, sama seperti kaki dan tangan. Tuhan memberikan anugerah kepada manusia berupa dua kaki dan dua tangan, sebagai fasilitas dan sarana agar kita mampu melakukan berbagai kegiatan. Namun apabila fasilitas tersebut tidak kita miliki, bukan berarti tidak bisa melakukan kegiatan sama sekali.

Uang adalah bagian penting dalam kehidupan, namun kebahagiaan bukan hanya terkait dengan uang. Banyak keluargamiskin yang mampu merasakan kebahagiaan di tengah kesulitan hidup sehari-hari.

Dalam perspektif agama apapun, kebahagiaan tidak pernah diletakkan pada satu sisi saja, apakah materi atau rohani. Pasti melibatkan kedua sisi tersebut secara seimbang. Kebahagiaan adalah perpaduan yang rumit antara kesejahteraan material dan kepuasan spiritual. Hal ini menandakan, kebahagiaan tidak bisa dilepaskan dari materi, namun tidak hanya bergantung kepada materi saja, karena rasa itu terletak di hati dan pikiran, maka kondisi spiritual memegang peranan yang sangat sentral untuk menciptakan bahagia.

Berikut adalah beberapa cara dalam mengatasi / menyelesaikan masalah rumah tangga :

 


1. Musyawarah


Melakukan musyawarah merupakan suatu kegiatan yang setiap anggota keluarga akan merasa dihargai pendapatnya. Kepala keluarga bertindak sebagai pimpinan musyawarah yang dituntut untuk bertindak bijaksana, adil dan tidak memaksakan kehendak.

2. Belajar dari pengalaman orang lain


Banyak orang lain yang memiliki masalah sama dengan masalah Anda, sehingga tidak ada salahnya belajar dari pengalaman orang lain yang telah lalu. Anda bisa cari pengalaman orang lain di internet atau bertanya langsung kepada orang yang pernah menghadapi masalah serupa. Lihat bagaimana keputusan yang baik dan keputusan yang buruk sebagai pelajaran bagi Anda.

3. Utamakan menyelesaikan yang paling penting


Masalah - malasah yang sepele jangan dibesar - besarkan. Masalah kecil bisa diabaikan selama tidak berpotensi berubah menjadi besar. Selesaikan dulu yang dirasa harus segera diatasi agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar dalam kehidupan berumahtangga.

4. Berbagi tugas dalam penyelesaian masalah


Jangan menyelesaikan semua masalah sendirian. Ajaklah istri atau suami, anggota keluarga. Jika Anda menanggung beban sendiri, dalam jangka panjang Anda bisa depresi. Anak-anak yang sudah besar bisa diajak menyelesaikan masalah keluarga. Bisa jadi anak Anda lebih hebat dalam mencari solusi atau jalan keluar masalah - masalah yang ada.

5. Mengalah salah satu pihak


Jika sudah menghadapi orang yang keras kepala, maka salah satu solusi terbaik adalah dengan mengalah dan anggap saja itu masalah yang bias, tidak perlu dibesarkan. Jika sudah bertemu dengan orang yang keras kepala, Anda jangan ikut keras kepala, karena orang keras kepala akan selalu merasa benar meskipun dia yang salah.

6. Harus berani dan nekat


Untuk mengatasi suatu masalah terkadang harus mengorbankan perasaan. Orang yang sebelumnya kaya, sekarang menjadi kurang mampu, dan bisnisnya pun bangkrut, maka untuk mencari uang, dia harus mencari usaha lain, misalnya seperti berjualan. Tidak perlu malu dengan hal semacam itu, karena selagi mencari uang dengan cara yang halal tidak menjadi masalah, daripada mencari uang dengan cara yang tidak halal, seperti menjambret, mencopet, justru merugikan diri sendiri maupun orang lain.

7. Menggunakan Otak bukan Otot


Kekerasan sudah tidak lagi cocok digunakan sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah di zaman sekarang ini. Emosi jangan digunakan ketika sedang menyelesaikan suatu masalah, karena emosi membuat keputusan yang diambil kurang maksimal dan dapat memunculkan masalah baru. Dalam menyelesaikan masalah, hendaknya memikirkan terlebih dahulu dengan akal sehat, jangan mengutamakan emosi, agar hasil yang didapatkan sesuai harapan dan ditemukkan jaln keluar.

8. Setiap Perjuangan Butuh Pengorbanan


Dalam menyelesaikan suatu masalah mungkin membutuhkan biaya, waktu, tenaga, pikiran, perasaan, dan lain-lain. Yang harus dilakukan adalah banyak bersabar dan ikhlas. Jangan berkorban banyak hanya untuk menyelesaikan masalah yang tidak penting.


Itulah beberapa cara mengatasi masalah dalam rumah tangga yang bisa Anda lakukan. Untuk membuat keluarga Anda lebih harmonis lagi, Anda bisa menemukan jawabannya DISINI

CUSTOMER SERVICE

Customer Service I (Mh.Shodiq)

Telp / SMS:

089 680 708 282 / 081 328 131 411

WA / Line :

089 680 708 282

BB Mesengger

D4A6D2FA

Customer Service II (Mutia)

Telp / SMS:

089 668 981 114 / 085 784 305 056

WA / Line :

089 668 981 114

BB Mesengger

D42902C8